Selasa, 17 Juni 2014

Konflik Irak Timbulkan Keraguan Pertumbuhan Ekspor Minyak

Konflik di Irak mengakibatkan “keraguan yang besar” mengenai kemampuan Irak untuk mencapaitarget produksi minyak yang direncanakan dan lajupertumbuhan ekspor, ucap kepala Crescent Petroleum, salah satu produsen minyak di Irak. “Irak telah menjadi salah satu eksportir besar dengan potensi yang besar pula,” ucap CEO Crescent, Majid Jafar. “Sejauh ini Irak belu mencapai target ekspornya dan dengan pelemahan saat ini serta konflik, ada kecemasan yang lebih besar.”

Serangan oleh grup al-Qaeda berhasil menduduki wilayah utara Baghdad dan mengambil alih infrastruktur energi yang penting telah menimbulkan keraguan mengenai pemerintah pusat. Pemerintah Perdana Menteri Nouri al-Maliki sedang mencoba untuk mengambilalih kembali dengan meluncurkan serangan militer pada Sunni. Pasukan Kurdish hari ini mengatakan mereka telah mengambil laih kota Kirkuk dan fasilitan produksi minyak di sana.
Kapasitas produksi minyak Irak akan bertambah lebih dari 1.2 juta barel per hari dalam waktu 6 tahun hingga 2019, menurut International Energy Agency tanggal 13 Juni lalu. Output melejit menjadi 3.4 juga barel di bulan Februari, level tertinggi sejak tahun 2000, dan mencapai 3.3 juta barel tahun pada bulan lalu.
© Copyright 2010 YOUR No. 1 Financial Partner
Welcome to YOUR No. 1 Financial Partner
Baby Cupid