Jumat, 13 Juni 2014

Minyak West Texas Intermediate bergerak menuju penguatan mingguan terbesar sejak bulan Desember dan minyak Brent melejit seiring meningkatnya kekerasan di Irak yang mengancam pasokan dari produsen minyak terbesar kedua di OPEC.


Nilai kontrak berjangka naik sebanyak 1.1% di New York, memperpanjang reli sebesar 2% yang terjadi kemarin, itu merupakan reli terpanjang dalam dua bulan. Para milisi yang terkait dengan al-Qaeda, yang merebut kota di sebelah utara Mosul pada pekan ini, mulai bergerak ke selatan menuju Baghdad seiring menteri perminyakan Irak Abdul Kareem al-Luaibi bersepkulasi bahwa pesawat-pesawa AS mungkin akan membom wilayah utara. Anggota-anggota OPEC memompa minyak sebanyak 3.3 milyar barel per hari pada bulan lalu, data di kompilasi oleh Bloomberg.

“Ada potensi gangguan yang menyebar ke wilayah lainnya di Timur Tengah dan kita juga sedang membicarakan jumlah pasokan harian yang signifikan besar,” kata Michael McCarthy, kepala analis pasar di CMC Markets di Sydney yang mempredikis minyak Brent mungkin akan naik ke level $125 per barel jika terjadi serangan di Baghdad. “Pasar mulai khawatir tentang adanya potensi gangguan di Libya, namun saat ini situasi di Irak jauh lebih serius.”

Minyak WTI untuk kontrak bulan Juli menguat sebanyak $1.12 menjadi $107.65 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan saat ini bergerak di kisaran $107.30 pada pukul 09.17 wib. Kontrak minyak kemarin naik sebanyak $2.13 menjadi $106.53, itu merupakan level penutupan tertinggi sejak 18 September. Harga minyaka telah menguat sebesar 4.5% pada pekan ini.
© Copyright 2010 YOUR No. 1 Financial Partner
Welcome to YOUR No. 1 Financial Partner
Baby Cupid