Senin, 23 Juni 2014

Penguatan Bursa Saham Menekan Kinerja Emas

Emas kembali menjauh dari level tinggi 2 bulan pada hari Senin seiring penguatan bursa saham dan rendahnya daya tarik fisik emas, meski seiring permintaan safe haven dari meningkatnya ketegangan di Irak menopang emas di atas level $1,300 per ons. Dengan kenaikan harga emas, tingkat permintaan fisik emas dari konsumen besar seperti China dan India melambat, menambah tekanan turun oleh penguatan bursa saham. Bursa saham Asia menguat pada hari Senin pasca Wall Street melaju ke rekor tinggi baru dan memicu selera resiko investor. "Bias untuk harga emas masih turun, dengan minimnya minat emas fisik dari China dan invetor," menurut analis ANZ.
http://www.riau24.com/assets/news/24042013/riau24_fpccn_5355.jpg
"Ada dukungan yang datang dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah, namun dengan Wall Street yang berada di dekat rekor tinggi, selera resiko nampak kuat dan hal tersebut melukai emas," ucap salah satu trader emas di Hong Kong. "Tanpa tingkat permintaan yang kuat dari pasar emas fisik dan exchange-traded funds, rally emas tidak akan bertahan." Trader mengatakan tingkat permintaan fisik emas di Asia cukup terbatas oleh maraknya ekspektasi berlanjutnya penurunan harga emas. Tingkat permintaan juga tertekan oleh aksi beli besar-besaran tahun lalu, saat harga emas turun sebanyak 28%, dan awal tahun ini.

Sementara itu, emas juga ditopang oleh ketegangan geopolitik. Pemimpin Iran pada hari minggu menuduh Amerika Seikat mencoba mengambil alih Irak dengan mengeksploitasi pertikaian sekte, seiringpihak Sunni mencoba memasuki Baghdad dari daerah kekuasaan baru di sepanjang perbatasan Suriah. Emas juga ditopang oleh pertikaian di Ukraina.
© Copyright 2010 YOUR No. 1 Financial Partner
Welcome to YOUR No. 1 Financial Partner
Baby Cupid