Jumat, 20 Juni 2014

Rupiah Balik Menguat Atas Pernyataan Fed

Rupiah rebound dari level terendah empat bulan seiring Federal Reserve berjanji untuk mempertahankan suku bunga di level rendah yang mana itu telah meningkatkan permintaan untuk aset pasar berkembang.
http://img.bisnis.com/posts/2014/03/14/210744/tukar-rupiah-3ok.jpg
Rupiah reli setelah kemarin ketua Fed Janet Yellen mengatakan bahwa bank sentral AS memperkirakan suku bunga akan berada di level rendah untuk “waktu yang akan di pertimbangkan” setelah berakhirnya pembelian aset bulanan. Bank Indonesia menargetkan defisit current account dikisaran 3% dari GDP 2014, di katakan oleh Deputi Senior Gubernur BI Mirza Adityaswara di Jakarta pada tanggal 11 Juni, di bandingkan dengan level 3.26% pada tahun 2013.

“Indonesia memiliki defisit current account dan suku bunga yang rendah masih bertahan di AS, selain itu semua hal lain masih sama, maka itu akan mempermudah pemerintah untuk mengatasi defisit,” kata Jonathan Cavenagh, seorang analis di  Westpac Banking Corp. di Singapura. “Rupiah mendapatkan keuntungan dari suku bunga rendah.”

Rupiah menguat sebesar 0.5% menjadi 11,930 per dollar pada sore hari ini, harga di ambil dari bank lokal. Rupiah kemarin mencapau level 12,027, itu merupakan level terendah sejak 13 Februari, dan telah melemah sebear 4.8% pada kuartal sekarang. Pelemahan tersebut telah mengurangi penguatan pada tahun ini hinga 2%.

Di pasar offshore, kontrak NDF satu bulan menguat sebesar 0.7% menjadi 11,960, 0.2% lebih rendah daripada harga spot dalam negeri, menurut data yang di kumpulkan oleh Blomberg.
© Copyright 2010 YOUR No. 1 Financial Partner
Welcome to YOUR No. 1 Financial Partner
Baby Cupid