Kamis, 26 Juni 2014

Rupiah Melemah, Eksportir Minyak Kepala Sawit Diincar

Pelemahan rupiah Indonesia menuju level terendah dalam 4 bulan mendorong manajer dana domestik terbesar untuk mengalihan dana menuju perusahaan eksportir minyak kelapa sawit dari perusahaan konstruksi. Rupiah telah melemah sekitar 6% terhadap dollar kuartal ini, paling banyak di antara 24 mata uang negara berkembang lainnya, dan diperdagangkan di level terlemah sejak Februari kemarin. Terakhir kali rupiah terdepresiasi sebanyak ini dalam satu kuartal, Jakarta Agricultural Index melonjak sekitar 20% tiga bulan setelahnya.
http://www.matahaticorp.com/wp-content/uploads/2014/04/matahaticorp-rupiah-tersandung-gara-gara-perolehan-suara-pdi-p-01.jpg
PT Mandiri Manajemen Investasi sedang mengantisipasi rally selanjutnya kali ini seiring kombinasi dari pelemahan mata uang dan kenaikan harga minyak kelapa sawit meningkatkan outlook earnings ekspor, menurut Priyo Santoso, CIO Mandiri di Jakarta. Saham perusahaan sektor konstruksi menjadi mahal setelah mencetak kenaikan terbesar di antara 9 grup industri di Jakarta Composite Index tahun ini, ucapnya.

“Penurunan harga komoditas telah berakhir dan saham sektor konstruksi telah naik secara signifikan, sehingga ini adalah saatnya rotasi,” ucap Santoso, yang mengelola dana sekitar 1.8 milyar dollar. “Sektor komoditas telah dianggap sebagai alat lindung terhadap penguatan dollar.” Rupiah melemah ke sekitar level 12,090 per dolla rkemarin di tengah kecemasan defisit neraca berjalan Indonesia akan melebar setelah mencetak defisit perdagangan terbesar dalam 9 bulan pada bulan April.
© Copyright 2010 YOUR No. 1 Financial Partner
Welcome to YOUR No. 1 Financial Partner
Baby Cupid