Kamis, 17 Juli 2014

Spekulasi Suku Bunga AS Topang Performa Dollar

Dollar menguat pada hari Rabu seiring kenaikan pada yield obligasi AS dan spekulasi pasar bahwa Gubernur Federal Reserve Janet Yellen sedang mendekati pengetatan kebijakan moneter yang telah menahan tingkat suku bunga dekat rekor rendah. Indeks dollar naik sebanyak 0.2% menuju kisaran level 80.556 setelah mencapai level tertinggi dalam sebulan."Kita mendapatkan pesan hawkish terselubung dari Janet Yellen,” ucap Joe Manimbo, analis pasar senior pada Western Union Business Solutions di Washington. "Ia membuka peluang untuk potensi kenaikan suku bunga AS lebih awal, dan hal tersebut berhasil mendapatkan perhatian pasar."
http://www.foreximf.com/wp-content/uploads/2014/06/bullish-dolar-e1403194462599.jpg
"Penggerak utama bagi dollar adalah komentar Yellen yang kurang dovish," ucap Niels Christensen strategis mata uang pada Nordea. Yield obligasi naik pada hari Rabu, dengan nilai obligasi 10 tahunan AS turun 2/13 dan yield-nya mencapai 2.55% setelah sempat mencetak level tinggi pada 2.56%. "Kecuali kita melihat adanya kenaikan tajam pada yield obligasi AS, penguatan dollar mungkin akan terbukti lemah," ucap Manimbo. Penguatan pada greenback juga menekan dollar Australia dan Selandia Baru, yang melemah seiring data GDP China yang memunculkan pertanyaan mengenai rapuhnya pemulihan ekonomi.

Minyak Naik Untuk Hari Kedua Atas Laporan Cadangan AS

Minyak West Texas Intermediate naik untuk hari kedua setelah cadangan minyak mentah turun ke level terendah dalam enam bulan seiring tingkat proses di kilang minyak meningkat ke level tertinggi sejak tahun 2005 di AS, yang merupakan konsumen minyak terbesar di dunia.
http://cdn.sindonews.com/dyn/620/content/2014/03/27/35/848372/SuwUGuaEO3.jpg
Minyak berjangka menguat sebanyak 0.3% di New York setelah kemarin naik 1.2%, yang merupakan kenaikan terbesar dalam empat bulan. Cadangan minyak mentah menyusut sebesar 7.53 juta barel pada pekan lalu menjadi 375 juta, menurut data dari Energy Information Administration. Tingkat operasi kilang berada pada level 93.8% dari kapasitasnya, itu adalah level tertinggi dalam hampir sembilan tahun terakhir.

Minyak WTI untuk pengiriman bulan Agutus naik sebanyak 33 sen menjadi $101.53 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange dan saat ini bergerak di kisaran $101.48 pada pukul 08.47 wib. Kontrak menguat sebesar $1.24 menjadi $101.20 pada saat kemarin. Harga minyak telah naik sebesar 3% pada tahun ini.

Suplai minyak mentah di Cushing, Oklahoma, yang merupakan titik pengantaran untuk WTi, turun sebesar 650.000 barel menjadi 20.3 juta, kata EIA. Cadangan minyak nasional AS di prediksi akan turun sebesar 2.75 juta, menurut estimasi median dari 10 analis dalam survey Bloomberg.

Emas Coba Menguat Di Tengah Meningkatnya Pembelian Di China Dan India

Emas bertahan di atas level terendah tiga pekan di tengah tanda-tanda meningkatnya permintaan di India dan China, yang merupakan dua negara konsumen emas terbesar di dunia.
Emas pada hari ini bergerak di kisaran $1.301/onz pada pukul 09.30 wib, dari $1.299 kemarin. Logam mulia turun ke level $1.292 pada tanggal 15 Juli, itu adalah level terendah sejak 19 Juni seiring investor menilai prospek untuk tingginya suku bunga AS setelah Federal Reserve akhiri program pembelian obligasi.
http://panera.cdn.ansideng.com/dynamic/article/2014/06/19/2450/DSbZiwIQ3a.jpg?w=630
Jumlah impor emas oleh India melonjak sebesar 65% menjadi $3.12 milyar di bulan Juni dari $1.89 milyar dari setahun yang lalu, setelah bank sentral mengizinkan lebih banyak bank dan trader untuk membeli emas dari luar negeri, kata Menteri Perdagangan kemarin. Di China, volume untuk kontrak spot patokan di Shanghai naik untuk hari kedua kemarin ke level tertinggi dalam sepekan menjadi 13,421 kilogram. China melampaui India pada tahun lalu sebagai pengguna emas terbesar di dunia.

“Penurunan emas yang di bawah $1.300 telah menciptakan beberapa minat beli, terutama dari pembeli fisik,” kata Zhu Siquan, seorang analis di GF Futures Co. di Guangzhou di China. “Emas terus mencari petunjuk dari Federal Reserve dan data ekonomi AS.”

Ketua Fed Janet Yellen kemarin mengatakan bahwa saat ini dia optimis dengan perekonomian, akomodasi masih di perlukan. Data AS pada hari ini mungkin menunjukkan perbaikan di pasar perumahan setelah laporan kemarin menunjukkan produksi industri naik di bulan Juni.

Emas merosot ke level terendah dalam lebih dari tiga dekade di tahun 2013 di tengah ekspektasi bahwa the Fed akan mengurangi stimulus seiring pulihnya ekonomi AS. Harga emas rebound sebesar 8.3% pada tahun ini, dalam bagian dari para pembuat kebijakan AS berjanji untuk pertahankan suku bunga di level rendah.

Rabu, 16 Juli 2014

Dollar Menguat Vs. Mata Uang Asia Setelah Komentar Yellen

Dollar menguat terhadap mata uang negara berkembang di Asia setelah ketua Federal Reserve Janet Yellen berkomentar atas outlook untuk suku bunga AS, sementara itu mata uang Selandia Baru tergelincir pada data inflasi.
 http://ayotradefx.com/wp-content/post-images/2014/03/28/brtfund_dollar_focus.jpg
Greenback menguat setidaknya sekitar 0.2% terhadap mata uang Asia seperti Korea Selatan, Malaysia dan Thailand, menyentuh level terkuat sejak bulan April terhadap won, sedangkan Kiwi melemah sekitar 0.6%.

Di saat Yellen mengatakan kepada anggota parlemen AS bahwa stimulus masih di perlukan, dia mengatakan bahwa suku bunga dapat di naikan lebih cepat dari perkiraan jika pasar kerja terus membaik lebih cepat dari perkiraan. China diproyeksikan pada hari ini akan melaporkan tingkat pertumbuhan ekonomi yang bertahan di level 7.4% di kuartal kedua, di saat penjualan retail dan produksi industri naik di bulan Juni. Harga konsumen di Selandia Baaru naik di bawah perkiraan analis pada kuartal lalu, dengan bank sentral akan mengkaji ulang pandangan mereka terhadap biayan pinjaman pada pekan depan.

“Data terbaru pada ekonomi AS terus membaik dan menunjukkan bahwa resiko terhebat untuk perubahan sikap Fed menuju kenaikan suku bunga yang lebih cepat dari perkiraan,” kata Ric Spooner, kepala analis pasar di CMC Markets di Sydney. “Trader akan lebih hati-hati menuju perilisan data GDP China.”

Ekonomi China Berakselerasi 7.5% Di Kuartal Kedua

Pertumbuhan ekonomi China berakselerasi untuk pertama kalinya dalam tiga kuartal terakhir setelah pemerintah mempercepat belanjanya dan berikan bank lebih banyak ruang untuk para pemberi pinjaman untuk melawan kemerosotan di sektor property.
http://cdn.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2013/10/18/264980/670x335/indonesia-tunggu-imbas-positif-pertumbuhan-ekonomi-china.jpg
GDP China naik 7.5% di periode April-Juni dari setahun yang lalu, di laporkan oleh biro statistik pada hari ini di Beijing, di bandingkan dengan estimasi median untuk kenaikan 7.4% dalam survey Bloomberg. Produksi industri dan investasi aset tetap juga hasilnya lampaui estimasi.

Pemerintahan Perdana Menteri Li Keqiang telah mempercepat belanja untuk pembangunan rel kereta, mengurangi persyaratan cadangan untuk beberapa lembaga pemberi pinjaman dan mengurangi pajak untuk melindungi target pertumbuhan tahunan di kisaran 7.5% yang saat ini sedang berada di bawah ancaman dari kemerosotan di sektor konstruksi property dan melambatnya kenaikan harga rumah. Walaupun dapat dukungan dari pemerintah, para analis masih perkirakan China akan menuju ekspansi setahun penuh yang paling lambat sejak tahun 1990.

Produksi industri China naik 9.2% di bulan Juni dari setahun yang lalu, itu lampaui estimasi median untuk kenaikan 9% dan kenaikan 8% di bulan Mei. Penjualan retail naik sebesar 12.4% dari setahun yang lalu, di bandingkan dengan estimasi median untuk kenaikan 12.5%.

Sementara itu nilai investast aset tetap yang tidak termasuk rumah tangga di pedesaan naik 17.3% di semester pertama dari setahun yang lalu, di laporkan oleh biro statistik. Itu di bandingkan dengan estimasi median untuk pertumbuhan 17.2%, yang juga merupakan laju pertumbuhan untuk periode Januari – Mei.

Senin, 14 Juli 2014

Won Melemah Atas Kecemasan Masalah Keuangan Di Portugal

Mata uang Korea Selatan, won, di perdagangkan di dekat level terendah dalam lebih dari dua pekan atas tanda-tanda masalah keuangan di Portugal yang dapat memicu permintaan aset yang relatif aman seperti dollar.
 http://idforextrading.com/wp-content/uploads/2014/04/won-korea-1a1-692x360.jpg
Banco Espirito Santo SA, Portugal’s adalah bank terbesar kedua berdasarkan nilai pasarnya, telah mengguncang pasar pada pekan lalu setelah perusahaan induknya tidak mampu membayar surat berharga. Indeks dollar, yang mengikuti pergerakan dollar AS terhadap serangkaian mata uang utama, naik untuk hari ketiga pada hari ini.

Won, hanya sedikit berubah di 1,019.02 per dollar pada hari ini, berada 0.2% di atas level terendah 2 pekan di 1,020.75 yang di capai pada tanggal 11 Juli, menurut data yang di kompilasi oleh Bloomberg. Mata uang turun sebesar 1% pada pekan lalu, itu merupakan penurunan terbesar sejak Maret, mengurangi penguatan pada tahun ini menjadi 3.1%.

“Di saat masalah utang di Portugal sudah mulai sedikit tenang, permintaan atas aset safe haven masih terus berlangsung,” kata Son Eun Jeong, seorang analis mata uang di Woori Futures Co., di Seoul. “Para investor tampaknya berpikir bahwa won telah mencapai puncaknya dalam jangka pendek dan bereaksi terhadap faktor-faktor yang mendukung dollar.”

Portugal Tidak Akan Bailout Bank Bermasalah

Perdana mentri Portugal Pedro Passos Coelho utarakan pemerintah tidak akan mem-bail out bank bermasalah. Ini tentunya sinyal bahwa pemerintah Portugal mungkin tidak akan memberikan dukungan keuangan kepada Banco Espirito Santo (BES) yang dikhawatirkan mengalami masalah solvency. "Perusahaan swasta harus menanggung akibat dari kesepakatan buruk yang dilakukan. Uang rakyat tidak akan digunakan untuk menutupi kerugian bank," ujar Coelho.
http://static.republika.co.id/uploads/images/detailnews/presiden-portugal-anibal-cavaco-silva-_130529032014-565.jpg
Meski demikian, pemerintah dan bank sentral Portugal menegaskan sistem keuangan Portugal masih kredibel sebagai upaya untuk menenangkan kepanikan pasca isu stabilitas Banco Espirito Santo (BES), bank terbesar di Portugal. BES, pemerintah, dan bank sentral Portugal utarakan BES dapat menghadapi masalah yang melilit induk perusahaannya Espirito Santo.

BES utarakan memiliki cadangan modal €2,1 miliar; di atas peraturan minimum perbankan Portugal. BES utarakan potensi kerugian dari konglomerat Espirito Santo holding mencapai €1,5 miliar. Kondisi keuangan BES mendapatkan perhatian investor setelah induk perusahaannya Espirito Santo mengalami gagal bayar atas pembayaran bunga obligasi.

Rusia Peringatkan Ukraina

Rusia memperingatkan Ukraina atas dampak dari tewasnya satu orang penduduk Rusia akibat penembakan di wilayah perbatasan. Kedua belah pihak sebelumnya memang telah melaporkan aksi penembakan di wilayah perbatasan; namun ini pertama kalinya Moskow melaporkan korban. Kiev menolak tuduhan Moskow seraya utarakan serangan mungkin berasal dari pihak pemberontak yang mencoba memprovokasi Moskow demi mendapatkan bantuan militer. Pihak pemberontak menolak tudingan yang dilayangkan oleh Kiev.
http://www.islampos.com/wp-content/uploads/2013/02/rusia.jpg?df20cf
Respons Moskow ini dapat meningkatkan kemungkinan atas potensi intervensi Rusia setelah Putin menarik puluhan ribu tentara dari wilayah perbatasan. Rusai telah mengirimkan nota protes yang menggambarkan kasus tersebut sebagai aksi agresif oleh pihak Ukraina yang bertentangan dengan kedaulatan Rusia.

Sementara itu, aksi pertempuran terus merebak di wilayah Ukraina timur.  Militer Ukraina utarakan telah melakukan 5 serangan udara terhadap basis militer di pelabuhan udara Luhansk, wilayah perbatasan di Izvarino, dan basis National Guard di Lysychansk. Pemberontak masih menguasai kota Luhansk dan utarakan militer Ukraina telah menyerang kota tersebut dengan 50 tank dan serangan udara.

Emas Diperdagangkan Dekat Level Tinggi 4 Bulan Atas Ketegangan Geopolitik

Emas di perdagangkan di dekat level tertinggi dalam empat bulan seiring investor mempertimbangkan ketegangan di Israel dan Ukraina di tengah tanda-tanda bahwa reli mungkin sudah cukup berlebihan setelah menguat selama enam pekan.
 http://media.viva.co.id/thumbs2/2012/01/03/138595_pegawai-memperlihatkan-emas-batangan-di-bank-bni-syariah_663_382.jpg
Emas pada pagi ini di perdagangkan di kisaran $1.336/onz pada pukul 09.29 wib dari $1.338 pada tanggal 11 Juli. Logam mulia reli ke level $1.345 pada tanggal 10 Juli, itu merupakan level tertinggi sejak 19 Maret, dan pada akhir pekan lalu selesaikan reli untuk pekan ke enam.

Di saat emas menguat sebesar 11% pada tahun ini seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di seluruh dunia, indeks RSI 14 hari pada hari ini berada di atas level 70 untuk hari ketiga, menunjukkan kepada beberapa investor yang mempelajari grafik bahwa harga berpotensi untuk koreksi. Serangan udara Israel terhadap Hamas memasuki hari ketujuh, sedangkan perselisihan antara tentara tentara pemerintah Ukraina dan pemberontak pro Rusia di wilayah timur sudah mulai intensif.

“Kecemasan atas masalah geopolitik telah menjadi agenda puncak investor,” kata Edward Meier, seorang analis di INTL FCStone. “Kami perkirakan akan melihat sedikit pergerakan naik pada pekan ini, dengan masih bergejolaknya ketegangan geopolitik yang dapat berikan dukungan pada emas.”

Jumat, 11 Juli 2014

Penyaluran Kredit Perumahan Australia Stagnan

Penyaluran kredit perumahan di Australia stagnan di bulan Mei seiring merebaknya kehati-hatian terhadap kondisi sektor perumahan negeri Kangguru tersebut. Tingkat penyaluran kredit perumahan tidak mengalami perubahan; lebih baik dari prediksi penurunan 0,6% dan publikasi April yang turun 0,2%. Aussie tidak banyak berubah setelah data dirilis. AUD/USD kini diperdagangkan di level 0.9385; dekat level pembukaan harian 0.9389.
http://www.nextplace.com.au/images/save-on-home-loan.jpg
Sektor perumahan merupakan salah satu sektor penggerak perekonomian Australia pasca meredanya booming sektor komoditas. Bank sentral Australia telah memangkas suku bunga sejak 2011 demi mendorong aktivitas perekonomian di sektor ritel dan perumahan. Tingkat suku bunga RBA yang berada di level rendah 2,5% telah turut membantu ekspansi penyaluran kredit dalam beberapa tahun terakhir. Namun, kini bank sentral cemas dengan potensi overheating sektor perumahan yang berpotensi menghambat momentum pertumbuhan ekonomi Australia. 

Krisis Bank Portugal Timbulkan Kekhawatiran

Indeks dollar AS menguat lagi kemarin setelah kabar dari Eropa bahwa bank terbesar kedua di Portugal, Banco Espirito Santo, diisukan di ambang kebangkrutan. Ini menimbulkan kekhawatiran di kawasan Eropa sehingga indeks saham Eropa dan nilai tukar euro melemah. Yen juga menguat yang mengindikasikan sebagian pelaku pasar mencari aset aman. Malam hari, dollar AS kembali mendapatkan sokongan dari bagusnya data Klaim Tunjangan Pengangguran AS yang turun menjadi 304 ribu klaim.
http://www.portugaldailyview.com/wp-content/uploads/2011/06/BES_multibanco-e1309256558958.jpg
Kemarin, harga emas juga mengalami penguatan tajam ke area $1345 per troy ons. Selain karena FOMC Minutes yang mendukung suku bunga rendah, kabar dari Afrika Selatan yang memberitakan bahwa output emas turun 2,1% pada bulan Mei dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pagi ini telah dirilis data Home Loans Australia Bulan Mei yang tidak mengalami perubahan dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Hasil ini lebih bagus dari perkiraan -0,4% dan ini mendukung penguatan dollar AUD.
Sementara pergerakan indeks saham Asia pagi ini mendapatkan sentimen positif dari penguatan saham AS semalam. Kecuali Kospi yang tertekan karena merosotnya saham Samsung akibat isu ketenagakerjaan di China.

Dari kawasan Eropa dan AS tidak ada data ekonomi penting yang akan dirilis hari ini. Namun dari Kanada akan dirilis data tenaga kerja yang bisa mempengaruhi pergerakan dollar Kanada. Data perubahan jumlah orang yang dipekerjakan dan data tingkat pengangguran untuk bulan Juni. Hasil yang lebih bagus dari proyeksi bisa mendukung penguatan dollar Kanada lagi.

Dari Bursa AS, malam ini sebelum pasar saham AS dibuka, akan dirilis laporan earnings dari salah satu bank terbesar di AS, Wells Fargo. Hasil yang bagus bisa memberikan sentimen positif ke pasar.

Minyak Menuju Penurunan Mingguan Ketiga Atas Suplai Global

Minyak West Texas Intermediate bersiap untuk penurunan mingguan ketiga seiring produksi dari Libya meningkat dan juga karena suplai bensin naik di tengah melemahnya permintaan di AS, yang merupakan konsumen minyak terbesar di dunia.
http://cdn.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2013/07/08/216952/670x335/meski-mesir-bergolak-icp-aman-karena-suplai-minyak-dunia-lancar.jpg
Minyak berjangka hanya sedikit berubah di New York, menuju penurunan mingguan terpanjang sejak November. Produksi minyak Libya naik seiring kilang di Sharara kembali beroperasi dan dua terminal ekspor kembali di buka. Selain itu yang menyebabkan harga naik adalah karena para milisi di Irak belum menjangkau wilayah selatan, yang merupakan rumah untuk tiga perempat produksi minyak Irak. Cadangan bensin di AS naik sebesar 579,000 barel pada pekan lalu seiring ukuran jumlah konsumsi turun, di laporkan oleh  Energy Information Administration pada tanggal 9 Juli lalu.

Minyak WTI pengiriman bulan Agustus saat ini bergerak di kisaran 102.76 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange, turun sebesar 17 sen pada pukul 08.44 wib. Kontrak naik sebesar 64 sen menjadi $102.93 kemarin, naik untuk pertama kalinya dalam 10 hari. Harga minyak turun sebesar 1.3% pada pekan ini.

Minyak WTI mungkin naik pada pekan depan atas spekulasi bahwa pertumbuhan ekonomi AS akan  menstimulasi permintaan, menurut hasil dalam survey Bloomberg. Sebanyak 12 dari 28 responden, atau 43%, perkirakan harga akan menguat.

Emas Kembali Melejit Atas Gejolak Geopolitik

Emas bertahan dekat level tertinggi dalam empat bulan, menuju reli mingguan terpanjang sejak bulan Maret, karena khawatir atas ekonomi Eropa yang masih rapuh terhadap goncangan dan meningkatnya ketegangan di Timur tengah telah mendorong permintaan untuk aset safe haven.
http://cdn1-e.production.liputan6.com/medias/683063/big/ilustrasi-harga-emas-naik-140528-andri.jpg
Emas untuk pergerakan hari ini berada di kisaran $1,338/onz pada pukul 09.08 wib dari $1,335 kemarin.  Logam mulia kemarin reli ke $1.345, itu merupakan level tertinggi sejak 19 Maret, dan saat ini menuju kenaikan mingguan ke enam.

Emas naik sebesar 1.2% pada pekan ini, sebagian besar karena hasil minutes FOMC pertemuan terakhir yang menunjukkan beberapa pejabat mencemaskan investor  yang mungkin sudah cukup puas terhadap outlook ekonomi saat ini. Perusahaan induk Banco Espirito Portugal tidak bisa membayar utangnya, itu memicu kecemasan bahwa wilayah euro mungkin akan berjuang untuk keluar dari krisis utang. Pemimpin Israel mensinyalkan bahwa mereka bersiap untuk menginvasi Gaza.

“Emas bergerak lebih tinggi, sehingga menarik minat para pembeli safe haven seiring kecemasan atas pasar keuangan kembali muncul,” kata James Steel, seorang analis di HSBC Securities (USA) Inc.”Dan juga ada dimensi geopolitik saat ini.”
Emas menguat sebesar 11% pada tahun ini seiring lambatnya penjualan produk dari ETF di tengah perkiraan bahwa suku bunga AS akan masih rendah dan juga karena ketegangan geopolitik di seluruh dunia meningkat. Pemimpin Israel ingin hentikan hujan roket ke Israel di Jalur Gaza yang di kuasai oleh Hamas

Kecemasan Perbankan Portugal Menguntungkan Yen

Yen menyentuh level puncak 5-bulan versus Euro dan level terkuat dalam hampir 2-bulan versus Dollar AS pada hari Kamis, seiring kecemasan tentang bank terbesar Portugal memukul saham Eropa dan mendongkrak permintaan untuk safe haven. Keprihatinan atas kesehatan perusahaan induk Banco Espirito Santo telah melukai obligasi zona Euro, yang membatasi permintaan dalam lelang surat hutang Yunani ke-2 pasca default pada 2012. Sentimen pasar juga tertekan oleh penurunan tajam data aktivitas industri Italia dan Perancis.
http://static.inilah.com/data/berita/foto/1791194.jpg
"Kami melihat beberapa masalah muncul di Eropa," kata Sireen Harajli, analis forex pada Mizuho Corporate Bank di New York. "Itu mendorong pelaku pasar menjual Euro dan membeli safe haven seperti Yen Jepang."

Rupiah Pimpin Penguatan di Pasar Berkembang Atas Tanda-tanda Kemenangan Jokowi

Rupiah pimpin penguatan di pasar berkembang pada pekan ini, berada di jalur penurunan terdalam sejak bulan Februari, setelah sebagian besar hasil hitung cepat menunjukkan Jokowi memenangkan pemilihan presiden Indonesia.
http://img.bisnis.com/posts/2014/06/26/238899/tukar-rupiah-5ok.jpg
Jokowi unggul sekitar 5% dalam hasil hitung cepat yang di lakukan oleh dua lembaga survey, namun estimasi tersebut masih di perdebatkan oleh rivalnya yaitu Prabowo Subianto, yang juga menyatakan kemenangannya juga pada pemilu tanggal 9 Juli lalu. Hasil resmi hitung KPU akan di rilis pada tanggal 22 Juli. Jokowi mencari menteri untuk keuangan, energi, pertanian, pekerjaan umum dan komunikasi dari kalangan professional, sementara Prabowo menginginkan para teknokrat dengan “otak terbaik” dalam tim ekonominya.

Rupiah melonjak sebesar 2.2% pada pekan ini menjadi 11,620 pada pukul 10.30 wib di Jakarta, itu adalah reli terbesar dalam periode lima hari yang berakhir  sejak 14 Februari. Rupiah melemah sekitar 0.3% pada hari ini, ini merupakan penurunan pertama dalam lima hari.

“Kita dapat melihat reli lebih lanjut setelah hasil akhir pemilu, walaupun banyak yang perkirakan untuk kemenangan Jokowi telah di antisipasi,” kata David Sumual, kepala ekonom di PT Bank Central Asia, yang melihat rupiah akan bergerak di area 11,561 pada akhir tahun ini. “Fokus saat ini akan kembali pada kabinet baru dan para pejabat tersebut, terutama pada sektor ekonomi, akan menjadi non partisan partai politik.”

Di pasar offshore, kontrak NDF satu bulan menuju kenaikan 1.6% pada pekan ini menjadi 11,679 per dollar, di perdagangkan sekitar 0.5% lebih rendah dari harga spot dalam negeri, menurut data yang di susun oleh Bloomberg. Kontrak turun 0.3% pada hari ini.

Kamis, 10 Juli 2014

Tingkat Pengangguran Yang Turun Dapat Dongkrak Inflasi

Presiden bank Federal Reserve St. Louis, James Bullard, mengatakan bahwa penurunan cepat yang mengejutkan dalam tingkat pengangguran akan memicu inflasi, meningkatkan kemungkinan dari dirinya bahwa suku bunga akan naik pada awal tahun depan.
http://www.bloomberg.com/apps/data?pid=avimage&iid=iK.W0oIfQRgo
“Saya pikir kita dapatkan sinyal inflasi disini," kata Bullard pada hari ini dalam wawancara lewat telepon dari St. Louis. Dia memprediksi bahwa tingkat inflasi akan mencapai level 2.4% pada akhir 2015,”berada di atas“ target Fed di level 2%.

“Itu berlawanan dari dimana sebagian besar komite yang menilai konvergensi inflasi yang sangat lambat terhadap target,” kata dia mengacu kepada para pembuat kebijakan di Federal Open Market Committee.

Penurunan dalam tingkat pengangguran menjadi 6.1% di bulan Juni, itu adalah level terendah dalam hampir enam tahun, meningkatkan tekanan pada Fed untuk naikan suku bunga acuan lebih cepat daripada estimasi sebagian besar pejabat Fed, kata Bullard.

“Ketika tingkat pengangguran menuju kisaran lima persen, itu berada di bawah tingkat naturalnya,” atau itu adalah level dimana inflasi tidak berakselerasi atau melambat, kata Bullard.

“Inflasi telah luar biasa rendah di tahun 2013 dan semester pertama 2014” karena keadaan yang sementara seperti melemahnya ekonomi Eropa.

Minyak Kembali Terpuruk Atas Peningkatan Suplai Global

Minyak tergelincir, dengan minyak mentah West Texas Intermediate berada di jalur penurunan terpanjang beruntun sepanjang masa, setelah pasokan minyak AS naik di tengah penurunan konsumsi bensin.
http://forum.kompas.com/attachments/saham-valas/58547d1395906664-%5Bdaily-update%5D-prediksi-pergerakan-harga-dengan-berita-fundamental-1549444shutterstock-137865584780x390.jpg
Minyak WTI untuk pengiriman bulan Agustus melemah sekitar 0.3% menjadi 101.95 per barel pada pukul 08.58 wib, WTI mengalami penurunan untuk hari ke 10 dan itu merupakan penurunan terpanjang sejak kontrak di perdagangkan mulai tahun 1983.

Data AS menunjukkan suplai minyak mentah AS di Cushing, hub Oklahoma naik pada pekan lalu, sementara itu permintaan untuk bahan bakar melemah, ini semakin memperburuk penurunan harga minyak yang di picu oleh memudarnya kecemasan atas konflik Irak dan tanda-tanda Libya akan meningkatnya pengiriman.

“Ini sudah waktunya bergerak namun kami belum melihat adanya tanda-tanda kenaikan dalam konsumsi,” kata Jonathan Barratt, kepala investasi di Ayers Alliance Securities, yang memprediksi investor mungkin akan membeli kontrak  WTI jika harga turun ke kisaran $100 per barel. “ Itu mungkin menjadi level psikologis untuk harga. Gambaran geopolitik tidak sevolatile seperti dulu.’

Aussie Tidak Terkesan Dengan Tenaga Kerja Australia

Aussie melemah setelah data tenaga kerja Australia isyaratkan masih rapuhnya momentum pertumbuhan ekonomi negeri Kangguru tersebut. Jumlah tenaga kerja di Australia bertambah sebanyak 15.900 untuk bulan Juni; lebih baik dari estimasi kenaikan 12.000 dan revisi publikasi sebelumnya yang berkurang sebesar 5.100. Namun, tingkat pengangguran Australia mencapai 6% untuk bulan Juni; lebih tinggi dari estimasi 5,9% dan revisi publikasi sebelumnya 5,9%.
http://www.abc.net.au/btn/v3/img/2007/ep29/aussie1.jpg
Dengan meningkatnya tingkat pengangguran maka ini dapat mengurangi harapan bahwa RBA dapat menaikan suku bunga secepatnya di awal tahun 2015. Tidak begitu cemerlangnya data neraca perdagangan Cina juga turut membuat investor khawatir dengan outlook ekspor Australia ke Cina, mitra dagang utama Australia.  AUD/USD kini diperdagangkan di level 0.9400; menjauhi level tinggi harian 0.9455.

Surplus neraca perdagangan Cina mencapai $31,6 miliar untuk bulan Juni; lebih buruk dari estimasi surplus $34,99 miliar dan publikasi sebelumnya yang juga mengalami surplus $35,92 miliar. Ekspor Cina naik 7,2% di Juni; lebih rendah dari ekspektasi kenaikan 10,6% namun lebih baik dari publikasi sebelumnya yang naik 7%. Impor Cina meningkat 5,5% di Juni; lebih rendah dari prediksi kenaikan 5,8% namun lebih tinggi dari publikasi sebelumnya yang turun 1,6%.

Tingkat Pengangguran Australia Kembali Ke Level Tertinggi 11 Tahun

Tingkat pengangguran di Australia kembali mencapai level tertinggi dalam lebih dari sedekade seiring para pengusaha mengurangi jumlah pekerja penuh waktu dan lebih banyak orang yang mencari kerja di bulan Juni, ini menggarisbawahi kemungkinan suku bunga masih akan berada di rekor terendahnya.
http://vibiznews.com/wp-content/uploads/2014/05/unemployment.jpg
Tingkat pengangguran naik menjadi 6% dari revisi 5.9%, di laporkan oleh biro statistik di Sydney pada hari ini, itu sesuai dengan level tertinggi sejak Juli 2003. Sementara itu jumlah orang yang di pekerjakan naik 15,900. Itu di bandingkan dengan estimasi median untuk kenaikan 12,000 dalam survey Bloomberg terhadap 26 ekonom.

“Data kerja bulan Juni berikan hasil yang mixed,” kata Katrina Ell, seorang ekonom di Moody’s Analytics di Sydney. “Dengan melihat melalui hasil bulanannya, pasar kerja Australia akan membaik secara bertahap namun pertumbuhan pekerja masih berada di bawah tren.”

Jumlah orang kerja penuh waktu turun sebesar 3,800 di bulan Juni, dan pekerja paruh waktu naik 19,700, di tunjukan dalam laporan hari ini. Tingkat partisipasi Australia, yang merupakan ukuran proporsi tenaga kerja teradap populasi, naik menjadi 64.7% di bulan Juni dari 64.6% pada bulan sebelumnya, di tunjukan oleh data.

Cina Akan Tetap Intervensi Yuan

Cina utarakan tidak akan berhenti mengintervensi nilai tukar yuan karena masih lemahnya pertumbuhan ekonomi dan belum stabilnya aliran modal. "AS terus bertanya apakah Cina akan melakukan intervensi terhadap yuan," ujar Menteri Keuangan Cina Lou Jiwei. "Dengan keadaan sekarang, dimana ekonomi belum pulih secara keseluruhan dan aliran modal belum normal maka kami akan melanjutkan kebijakan tersebut."
http://www.bmpmoneychanger.co.id/__asset/__images/content/88btn.jpg
Komentar Jiwei tersebut sinyalkan Cina mungkin akan bergerak lebih lambat dari yang diinginkan AS terhadap liberalisasi mata uangnya. Di bulan Maret silam, bank sentral Cina telah melebarkan batas perdagangan harian yuan dan utarakan akan mengakhiri kebijakan intervensi pada akhirnya. Menteri Keuangan AS Jacob J. Lew mengatakan membiarkan nilai tukar yuan ditentukan oleh pasar akan menjadi langkah krusial untuk menggerakan pertumbuhan ekonomi Cina.

Wakil Perdana Menteri Wang Yang mengatakan jika Cina bergerak terlalu cepat me-liberalisasi yuan dan melepas kendali aliran modal maka ini dapat memperburuk kondsi ekonomi Cina. Namun, Yang juga utarakan jika terlalu lambat akan memepengaruhi proses kebijakan di Cina. Yuan telah melemah 2,3% tahun ini terhadap Dollar AS setelah menguat 2,9% pada tahun 2013.

Senin, 07 Juli 2014

Asia Akan Dibangunkan Oleh Sederet Data China

Mengawali pekan ini sentimen pasar di Asia terlihat lesu lantaran minimnya petunjuk pasar menyusul tutupnya lantai bursa Wall Street di akhir pekan lalu (4/7) berkenaan libur independence day.
http://static.prometheanplanet.com/images/resources/themes/china/image-map-of-china.jpg
Namun fokus investor kembali akan tersita oleh sederet data ekonomi yang akan rilis dari negara terbesar ke-2 di dunia – China. Hari Rabu (9/7), China akan merilis data inflasi y/y bulan Juni yang diperkirakan menurun tipis setelah melonjak tajam hingga 2.5% pada bulan Mei yang merupakan tertinggi dalam 4 bulan terakhir. Menurunnya tingkat inflasi Juni diprediksi akibat mengendurnya tekanan harga-harga secara umum terutama terkait melambatnya sektor perumahan dibanding harga energi yang relatif stabil.

Di hari Kamis (10/7), China juga akan merilis angka neraca perdagangan - Juni yang diperkirakan masih surplus dengan angka import yang akan mengalami lonjakan signifikan hingga +5.8% dari bulan sebelumnya (-1.6%). Tingginya angka import China tentu akan disambut baik oleh negara-negara tetangga disekitarnya yang bergantung pada pasar China sebagai tujuan eksport utama mereka.

Sementara negeri sakura Jepang akan merilis data current account surplus bulan Mei yang diperkirakan mencatat kenaikkan dari bulan sebelumnya. Data yang sedianya akan tayang hari Selasa (8/7) itu akan menjadi gambaran investor apakah kenaikkan pajak penjualan yang di rilis awal April lalu, berpengaruh terhadap nilai perdagangan atau tidak. Kemudian data machinery orders bulan Mei dan consumer confidence bulan Juni juga akan rilis hari Kamis (10/ 7).

Selain itu, Korea Selatan sedianya akan merilis angka pertumbuhan eksport dan import bulan Juni pada hari Rabu, dan keputusan suku bunga Bank of Korea pada hari Kamis yang diprediksi masih akan mempertahankan suku bunga di level 2.5%. Dari Hong Kong, otoritas kota tersebut akan merilis data cadangan devisi pada hari Senin (7/7) yang diprediksi masih akan stabil pada kisaran $300 milyar. Sedangkan pasar uang Indonesia akan tutup pada hari Rabu (9/7) berkenaan libur pemilihan presiden.

Aksi Profit-Taking Bebani Nikkei

Nikkei mencatatkan pelemahan tipis akibat munculnya aksi profit-taking pasca rally kencang belakangan. Investor sepertinya ingin membukukan laba terlebih dahulu pasca memburuknya situasi di Ukraina dan komentar negatif IMF's Lagarde. Militer Ukraina menguasai kembali kota Slaviansk dan ini tentunya menggerogoti harapan akan adanya gencatan senjata dengan separatis pro-Rusia. Pimpinan IMF, Christine Lagarde, memperingatkan laju pertumbuhan ekonomi di semester kedua 2014 mungkin lebih lemah dari estimasi akibat lemahnya investasi.
http://static1.businessinsider.com/image/51ba0d9569beddf941000000/despite-the-market-crash-nomura-just-put-a-huge-18000-price-target-on-the-nikkei.jpg
Investor bahkan tidak terpengaruh oleh komentar BoJ's Kuroda yang menegaskan bahwa bank sentral akan tetap menjalankan program stimulus selama diperlukan. Nikkei futures turun 0,13% dan kini diperdagangkan di level 15420.

Dari sisi korporasi, saham Asahi Group menguat 1% setelah harian Nikkei melaporkan perushaan akan mencatatkan kinerja laba terbaiknya untuk semester pertama 2014. Saham FamilyMart melejit 4% setelah perusahaan Itochu mengatakan telah membeli 5,3% saham perusahaan retailer tersebut.

Rupiah Perkasa Jelang Pemilu Presiden

Mata uang Indonesia, rupiah, menguat ke level tertinggi dalam sepekan atas optimismnya pasar pada janji dari calon presiden Indonesia, Joko widodo dalam memplopori  perang terhadap korupsi yang akan membantu dia memenangkan pemilu pada pekan ini.
http://img.okeinfo.net/content/2014/05/06/278/980625/k0vxJGNsxD.jpg
Indonesia, yang merupakan negara dengan dengan tingkat demokrasi terbesar ketiga di dunia akan mengadakan pemilihan presiden pada tanggal 9 Juli dimana perusahaan survey Roy Morgan mengatakan “semakin sulit untuk di prediksi.” Dalam debat yang di siarkan oleh televisi pada tanggal 5 Juli yang lalu, Joko Widodo, yang di kenal dengan nama Jokowi, mempertanyakan tentang tingginya harga daging sapi selama bulan Ramadhan, ketika di Indonesia biasanya pada saat Ramadhan tingkat konsumsi daging cukup tinggi. Mantan pemimpin dari partai PKS, yang menjadi pendukung Prabowo, telah di jatuhi hukuman penjara selama 16 tahun di bulan Desember dalam menerima suap dari importir daging.

“Pasar mungkin menahan kemenangan untuk Prabowo, jadi ini memicu reli,”kata Irene Cheung, seorang analis di  Australia & New Zealand Banking Group Ltd. di Singapura. “Catatan Jokowi terhadap masalah korupsi tampaknya lebih baik di bandingkan dengan Prabowo, jadi debat tersebut mencerminkan sisi yang lebih baik pada dirinya."

Rupiah menguat sebesar 0.9% menjadi 11,780 per dollar pada siang ini, itu merupakan kenaikan terbesar sejak 30 Juni, harga di ambil dari bank lokal. Di pasar offshore, kontrak NDF satu bulan naik sebesar 0.5% menjadi 11,805 per dollar, di perdagangkan 0.2% lebih lemah daripada harga spot dalam negeri, data di kompilasi oleh Bloomberg.

IMF Lagarde Berikan Petunjuk Untuk Pengurangan Perkiraan Pertumbuhan Global

Direktur International Monetary Fund (IMF), Christine Lagarde mensinyalkan pemangkasan perkiraan pertumbuhan di lembaganya, dia mengatakan bahwa investasi masih lemah dan masih ada resiko di AS walaupun rebound bergerak dengan cepat.
http://www.cctv-america.com/wp-content/uploads/2014/04/IMFWorld-Bank-2014.jpg
“Ekonomi global sedang mengumpulkan kecepatannya, meskipun lajunya mungkin akan sedikit berkurang daripada yang kami prediksi sebelumnya karena pertumbuhan masih berpotensi rendah dan belanja investasi,” masih lesu, kata Lagarde dalam konfrensi Cercle des Economistes di Aix-en-Provence, Perancis.

Pernyataan tersebut menggarisbawahi adanya ancaman terhadap pertumbuhan ekonomi global pada saat Federal Reserve AS memangkas stimulus dan bank sentral Eropa bertempur dengan inflasi yang mana saat ini masih berada di level setengah dari target mereka. IMF bersiap untuk memperbaharui perkiraan ekonomi pada bulan ini setelah pada tanggal 8 April lalu memprediksi ekonomi akan berekspansi sebesar  3.6% pada tahun ini dan 3.9% untuk tahun 2015.

Pertumbuhan di AS, yang merupakan negara dengan tingkat ekonomi terbesar di dunia, berpotensi berakselarasi dalam beberapa bulan  mendatang dan ekonomi di pasar berkembang di AS akan terhindar dari hard landing, meskipun pemulihan ekonomi Eropa masih belum kuat sebagaimana semestinya, kata Lagarde.

Minyak Brent Melemah Atas Suplai Dari Libya; WTI Stabil

Minyak Brent di perdagangkan di level terendah dalam lebih dari tiga pekan seiring Libya bersiap untuk meningkatkan ekspor dan di tengah spekulasi bahwa pasokan minyak Irak masih aman dari kekerasan. Sementara itu minyak West Texas Intermediate bergerak stabil di New York.
http://vibiznews.com/wp-content/uploads/2013/09/saudi-oil.jpg
Minyak berjangka hanya sedikit berubah di London setelah turun untuk hari kelima pada tanggal 4 Juli, itu merupakan penurunan beruntun terpanjang sejak bulan Januari. Libya, yang merupakan pemilik cadangan minyak mentah terbesar di Afrika, meningkatkan jumlah ekspor mereka di terminal Es Siders dan Ras Lanuf, di katakan oleh National Oil Corp., kemarin. Pertempuran di Irak, yang merupakan produsen terbesar kedua OPEC, tidak melebar ke wilayah selatan, yang merupakan rumah untuk lebih dari tiga perempat produksi minyak mereka.

“Harga minyak kemungkinan masih datar,” kata Devid Lennox, seorang analis sumber daya alam di Fat Prophets di Sydney pada hari ini. “Anda dapatkan pasokan minyak Libya yang kembali meningkat dan tampaknya tidak ada masalah di wilayah selatan Irak.”

Minyak brent untuk settlemen bulan Agustus bergerak di kisaran $110.80 per barel di birsa ICE Futures Europe, naik sebesar 16 sen, pada hari ini. Kontrak turun sebesar 36 sen menjadi $110.64 pada tanggal 4 Juli, itu merupakan level penutupan paling rendah sejak 11 Juni.

Minyak WTI bulan Agustur bergerak 7 sen lebih rendah dari penutupan tanggal 3 Juli di $103.99 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. Tidak di bukanya lantai perdagangan selama hari libur 4 Juli dan transaksi akan di bukukan pada hari ini untuk tujuan settlement. Premi minyak WTi terhadap Brent menjadi $6.78.

Jumat, 04 Juli 2014

Lonjakan Harga Bijih Besi Lesatkan Penambang Sydney

Indeks utama Sydney Australia kembali melesat di perdagangan akhir pekan (4/7) bahkan hari ini berhasil mencatat level tinggi baru dalam satu bulan terakhir.
http://energitoday.com/uploads//2014/03/tambang-pasir-besi1.jpg
Rally bursa Sydney terutama berkat lonjakan saham-saham sektor pertambangan terkait harga bijih besi dunia kembali melejit ke harga $96.50/ton dan merupakan harga tertingginya sejak bulan Mei silam.

Dan sebagian sentimen investor nampak masih positif dalam menyambut data building approvals yang rilis hari Kamis kemarin yang mencatat lonjakan tajam di bulan Mei. Data pembangunan yang disetujui (building approvals) Australia sepanjang bulan Mei lalu mengalami peningkatan yang pesat hingga +9.9% di banding bulan sebelumnya yang merosot hingga (-5.8%).

Di lantai bursa nampak saham Fortescue Metals melejit hingga 4%, dan saham BHP Billiton rally 1.6%. Sedangkan saham Evolution Mining menguat 0.6% setelah pihaknya melaporkan kenaikkan produksi emas tahunan sebesar 9% dalam tahun fiskal 2014.

Indeks Sydney ASX-200 terpantau menguat +0.60% atau meraih gain +3.15 poin pada kisaran 5524.40

Kamis, 03 Juli 2014

Investor Punya Alasan untuk Optimis Jelang Data Payrolls

Ekonom dan pelaku bisnis di Amerika Serikat antusias menyambut rilis laporan tenaga kerja (Non-farm Payrolls) pada Kamis malam nanti. Daya serap pekerja bulan Juni diprediksi sama atau bahkan melampaui angka payrolls bulan Mei lalu. 
https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTHyb6gmZOUM6MtY09PzIDsCKvIA5zDCSz4PAgbibZZahzK4zcj
Estimasi angka Non-farm Payrolls untuk bulan Juni adalah sebesar 215.000 atau sedikit di bawah jumlah tenaga kerja baru bulan Mei yang sebanyak 217.000. Sementara persentase pengangguran diperkirakan tidak bergeser dari level 6.3%. Tanda-tanda peningkatan daya serap SDM di bulan Juni mengemuka setelah agensi Moody's merilis kompilasi data tenaga kerja sektor swasta versi ADP, di mana angkanya mencapai 281.000. Laporan tersebut memang tidak selalu berkorelasi dengan data resmi pemerintah, akan tetapi hasilnya kerap kali identik dengan data payrolls dalam beberapa edisi terakhir. Sedangkan jika diukur dengan memakai indikator lain, kinerja sektor lapangan kerja Amerika juga bisa dibilang membaik. Klaim pengangguran (mingguan) terbaru lebih rendah dari 314.000 dan laporan ISM manufaktur tetap di level 52.8. Khusus untuk laporan ADP, terdapat bagian dalam laporan yang menghitung tenaga kerja baru untuk sektor bisnis skala kecil. Pada perusahaan kecil yang mempekerjakan maksimal 49 orang, sebanyak 117.000 SDM diterima masuk sebagai pegawai baru. Sementara pada perusahaan dengan jumlah karyawan di atas 500 orang, jumlah tenaga kerja yang masuk mencapai 49.000. Fakta tersebut cukup mengesankan dan bisa menunjukkan bahwa laju pertumbuhan bergerak sesuai rencana

Penyerapan tenaga kerja di atas 200.000 orang per bulan memang sangat bagus, namun pelaku pasar keuangan juga harus mencermati komponen perhitungan di dalamnya, antara lain jumlah partisipasi penduduk di lapangan kerja, yang pada bulan Mei kemarin muncul pada angka 62.8%. Apabila tingkat partisipasi tidak bergerak naik meskipun payrolls dirilis lebih tinggi, maka bisa disimpulkan bahwa percepatan bisnis belumlah tepat sasaran. Sebaliknya jika payrolls naik di atas perkiraan diiringi oleh bertambahnya penyertaan warga di roda perekonomian, maka pemerintah dan ban sentral bisa berbangga hati atas pola kebijakannya.

Defisit Perdagangan Melebar, Aussie Terkapar

Dollar Australia merosot terhadap sebagian besar mata uang utama pada hari Rabu setelah laporan biro statistik menunjukkan defisit perdagangan melebar ke A$1,9 milyar pada bulan Mei, yang tertinggi sejak November 2012 dan hampir 10 kali lebih lebar dari ekspektasi defisit sebesar A$200 juta. Penurunan itu diklaim akibat penyusutan 5% dalam ekspor. Data The Steel Index Ltd. juga memperlihatkan harga bijih besi, komoditas ekspor terbesar Australia, anjlok 30% dalam 2 kuartal pertama.
http://www.australiandollarforecast.com/wp-content/uploads/2013/12/AUD-.jpg
"Penurunan beberapa harga komoditas utama kami telah menggerus angka perdagangan," kata Besa Deda, kepala ekonom pada St George Bank Ltd. di Sidney. "Hasil mengejutkan tersebut menempatkan Aussie di bawah tekanan jual."

Reaksi Dunia Terhadap Kebijakan Pemerintah Indonesia Menghentikan Ekspor Bahan Mentah

Bangsa Indonesia tentunya juga berkeinginan untuk menjadi negara maju yang berbasiskan industri bukan hanya mengandalkan sumber daya alam sebagai modal pembangunan. Kebijakan untuk melarang ekspor bahan mentah (raw material) merupakan kebijakan yang menguntungkan bangsa Indonesia dan sebaliknya, kebijakan mengekspor bahan mentah seperti dimasa yang lalu sangat merugikan bangsa Indonesia. Keinginan Pemerintah untuk mendapatkan nilai tambah komoditas mineral sudah  sesuai dengan Four Track Strategy pembangunan nasional.
http://static.teraspos.com/berita/408205/2013/12/28/tambang-bauksit.jpg
Lalu bagaimana reaksi dunia khususnya negara-negara yang sudah sejak lama menikmati bahan baku dari tambang-tambang di Indonesia untuk menggerakkan industri mereka?...jawabnya tentu saja mengagetkan karena banyak yang beranggapan kebijakan penghentian ekspor bahan mentah hanya “gertak sambal“ saja.

Peningkatan nilai tambah untuk produk mineral dilakukan mulai tahun ini merupakan amanah undang-undang, dan undang-undang itulah yang mengharuskan dilakukannya pengolahan mineral didalam negeri seperti yang tercantum didalam undang-undang no. 4 tahun 2009. Dan menurut Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral, Jero Wacik, jika tidak melaksanakannya maka kita melanggar Undang-Undang.

“Dalam pertemuan APEC di Beijing beberapa waktu lalu, kebijakan penerapan Undang-Undang Minerba di Indonesia itu menjadi topik hangat, karena banyak negara didunia kaget Indonesia benar-bener menerapkan larangan ekspor mineral mentah, dipikirnya itu hanya “ngeblak-ngeblak” Indonesia nanti paling-paling juga tidak dijalankan, ternyata kok bener dijalankan,” ujar Menteri. Selasa (01/07/2014).

Menteri menekankan, “Saya serius saudara-saudara, karena Undang-undang minerba kita betul baik, kita tidak boleh menggaru-garu begitu saja mineral, lumpur yang didalamnya ada nickel, ada bauksit, mungkin ada segala macam, digaru naik kapal, diekspor, itu yang dulu saya sebut ekspor tanah air, cukup sudah.. Undang-Undang Minerba melarang kita mengekspor tanah air itu, raw material, kita laksanakan, geger dunia”.

“Niat kita baik, satu adalah untuk menjaga lingkungan, itu niat utama, kedua, niat kita adalah menaikkan nilai tambah, janganlah mentah diekspor, lebih baik mentah ditambang terus kita bikin smelternya disini, diolah disini, tenaga kerja bisa ditampung banyak, bahan tambang tidak terlalu masif ditambang. Digaru secukupnya, diolah menjadi barang setengah jadi, menjadi bahan jadi, harganya mahal, setelah mahal baru kita ekspor,” urai Menteri.  

Rabu, 02 Juli 2014

Keluar Dari Jalur Damai, Ukraina Kembali Memanas

Pasukan Ukraina menyerang separatis pro-Rusia di wilayah timur dengan serangan darat dan udara pada hari Selasa lalu setelah Presiden Petro Poroshenko mengumumkan ia tidak akan memperpanjang gencatan senjata dan akan mengambil langkah offensive untuk menyingkirkan “parasit” di Ukraina. Keputusannya langsung mendapat kecaman dari Presiden Rusia Vladimir Putin yang mengatakan Poroshenko mengabaikan saran dari dirinya dan pemimpin di Jerman dan Perancis. Putin mengatakan saat ini Poroshenko harus mengambil tanggung jawab penuh atas keluarnya dari jalur damai.
http://img.okeinfo.net//content/2014/06/27/414/1004992/F2fD0biYbd.jpg 
Mengulangi ancaman yang dibuatnya di bulan Maret saat Rusia mengambilalih Crimea, Putin mengatkan pihak Moskow akan terus membela kepentingan warga etnis Rusia yang mencapai 3 juta orang di wilayah timur Ukraina, yang mana telah menjadi pasukan separatis sejak bulan April. Amerika Serikat mengatakan bahwa separatis tidak mematuhi gencatan senjatan dan Poroshenko memiliki “hak untuk mempertahankan negaranya".

Dalam hitungan jam setelah pengumuman Poroshenko di pagi hari, pasukan militernya menyerbu markas dan kamp pemberontak, memborbardir mereka dengan serangan darat dan udara. "Rencana teroris untuk meningkatnya konfrontasi bersenjata telah terganggu dan ancaman berkurangnya populkasi sipil dan personil militer telah hilang.” menurut Menteri Pertahanan Ukraina.

Dollar Masih Lemah, Tunggu Data ADP Malam Ini

Indeks Dollar masih bertahan di level bawah di kisaran 79.80. Dollar AS melemah menjelang data Non-Farm Payrolls yang akan dirilis hari Kamis. Dukungan Bank Sentral AS terhadap suku bunga rendah masih menjadi faktor pendukung pelemahan dollar.
http://assets.kompas.com/data/photo/2013/07/16/1200082shutterstock-126-806780x390.jpg
Malam ini AS akan merilis data NFP yang disurvei oleh pihak swasta ADP. Data ini biasanya dijadikan oleh para pelaku pasar sebagai indikasi rilisan data NFP versi pemerintah yang akan dirilis sesudahnya. Data ADP ini diperkirakan di atas angka 200 ribu pekerja. Angka di atas 200 ribu diindikasikan pelaku pasar sebagai pemulihan ekonomi AS dan bisa mendorong penguatan dollar AS.

Market mover lainnya adalah pidato Gubernur Bank Sentral AS, Janet Yellen, di forum Dana Moneter Internasional (IMF). Pasar akan mencari indikasi tentang dukungan Fed terhadap suku bunga rendah. Dukungan terhadap suku bunga rendah bisa mendorong pelemahan dollar AS kembali.

Sementara pagi ini Australia telah merilis data Neraca Perdagangan untuk Bulan Mei yang dilaporkan defisit 1,91 miliar dollar, lebih besar dari defisit bulan sebelumnya. Hasil ini mendorong pelemahan dollar Australia terhadap mata uang utama dunia.

Sore hari, dari kawasan Eropa, Spanyol akan merilis data perubahan jumlah pengangguran dan Inggris akan merilis indeks harga rumah dan survei PMI Konstruksi. Nilai tukar euro dan sterling masih di dalam jalur penguatan. Namun data yang buruk bisa mendorong aksi koreksi karena penguatannya juga sudah cukup tinggi.

Data lainnya yang akan menjadi market mover hari ini adalah data stok minyak mentah AS. Data ini akan mempengaruhi harga minyak mentah WTI. Stok diperkirakan mengalami penurunan 2,2 juta barel. Penurunan stok biasanya berdampak pada kenaikan harga.

Selain pelemahan dollar yang menjadi isu utama belakangan ini, hasil positif PMI Manufaktur China yang dirilis kemarin juga masih mempengaruhi pergerakan harga pasar keuangan.

Ekspektasi Peningkatan Permintaan Topang Harga Minyak

Minyak mentah AS berjangka terkerek naik di hari Selasa masih ditopang ekspektasi meningkatnya permintaan terhadap minyak setelah aktivitas manufaktur PMI China naik melampaui estimasi sehingga memberikan harapan terhadap kestabilan aktivitas ekonomi setelah mengalami pelambatan.
 http://img.okeinfo.net/content/2014/05/30/213/991714/Jtr9kIS3gO.jpg
Aksi spekulatif para investor terpantau meningkat tajam terindikasi dari kenaikan posisi beli pada kontrak minyak Brent sekitar 8% ke level rekor tinggi 240,000 per 24 Juni, namun posisi spekulatif tersebut biasanya hanya bersifat jangka pendek.

Beberapa pemicu aksi spekulatif ini adalah gangguan pasokan minyak dari Irak, dan serangkaian indikator ekonomi yang dirilis yang cukup positif untuk menunjukkan pemulihan ekonomi global. Data makroekonomi khususnya pemulihan yang solid di sektor manufaktur China juga telah menjadi alasan tambahan bagi para spekulan yang mengharapkan adanya rebound permintaan minyak di Asia.

Terpantau sejauh ini harga minyak mentah Nymex menguat 0.44% di level $105.83 per barrel, setelah meraih titik tertinggi intraday di $105.93 dan level terendah hariannya di $105.43 per barrel.

Selasa, 01 Juli 2014

Aktivitas Manufaktur Inggris Naik di Bulan Juni

Aktivitas manufakur Inggris secara tak terduga mencatat kenaikan di bulan Juni dari bulan sebelumnya, menyusul lonjakan permintaan, dan memberikan sinyal meluasnya pemulihan ekonomi Inggris. Markit Economics melaporkan indeks aktivitas manufaktur bulan Juni naik menjadi 57,5 dari bulan sebelumnya 57,0. Angka di bulan Juni tersebut sekaligis mematahkan estimasi penurunan menjadi 56,7 oleh ekonom.
http://www.bloomberg.com/image/iU45EHxPQrQc.jpg
Detail laporan tersebut menunjukkan indeks pesanan baru melonjak ke level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir sebesar 61,1 dari bulan sebelumnya sebesar 59,5. Jumlah pesanan baru tersebut merupakan salah satu yang tertinggi sejak survei dimulai tahun 1992. Pesanan ekspor juga dilaporkan meningkat dalam 15 bulan beruntun. Markit memperkirakan ekspansi sektor manufaktur kemungkinan akan melampaui 1,5% yang di catat pada periode Januari – Maret. Penambahan tenaga kerja juga dilaporkan naik ke level tertinggi dalam tiga tahun terakhir.

Tingkat pertumbuhan Inggris sendiri tahun ini diperkirakan sekitar 3%, akan mengungguli laju pertumbuhan negara G7 lainnya.

Emas Melejit Paska Laporan Manufaktur ISM

Emas berpeluang menguat seiring respon pelemahan Dollar AS paska rilis data manufaktur PMI yang meleset dibawah estimasi menunjukkan aktivitas manufaktur mulai menghentikan rebound paska cuaca yang buruk.
 http://vibiznews.com/wp-content/uploads/2014/04/gold1-700x357.jpg
Terpantau sejauh ini harga Emas berbalik ke teritori positif di level $1,326.80 per troy ons, setelah meraih titik tertinggi intraday di $1,333.10 dan level terendah hariannya di $1,323.90 per troy ons.

Indeks ISM manufaktur dilaporkan naik ke 55.3 sedikit dibawah estimasi 55.9, sementara komponen pesanan baru ISM anjlok ke 57.5, terlemah sejak January.

Data ekonomi lainnya yang dilaporkan bersamaan seperti, indeks optimisme ekonomi IBD/TIPP menurun ke 45.6 dibawah ekspektasi 48.0, construction spending juga melorot ke 0.1% dibawah perkiraan 0.5%.

Pelemahan Dollar AS dikombinasi optimisme ekspansi manufaktur China berhasil memacu permintaan terhadap Emas. Oleh sebab itu dapat diekspektasikan peluang penguatan Emas lebih lanjut, sebelum berbalik lemah lagi di jangka menengah. Resisten terdekat tampak di area 1335 – 1337, tembus lagi diatas area tersebut berpeluang menambah tekanan bullish mengincar target resistance kunci di 1346. Di sisi bawahnya, support terdekat tampak di area 1315 & 1312.

Rilis Fundamental Yang Apik Pacu Rupiah Menguat

Nilai tukar Rupiah pada perdagangan hari Selasa (1/7) kembali menguat di bawah kisaran Rp.11900 berkat sejumlah data-data ekonomi domestik yang rilis hari ini yang hasilnya cukup memuaskan.
http://img.bisnis.com/posts/2014/02/15/203521/rupiah-melemah-lagi-ant.jpg
Indeks manufaktur PMI Indonesia yang dikalkulasi oleh HSBC meningkat ke level 52,7 pada bulan Juni, dari sebelumnya 52,4 pada bulan Mei. Angka di bulan Juni merupakan yang tertinggi sejak survei dimulai pada bulan April 2011 dan menunjukkan kondisi kinerja yang meningkat pada laju yang solid dan cepat.

Sedangkan dari sektor perdagangan, Indonesia juga berhasil mencatat surplus pada periode Mei 2014. Sesuai dengan pengumuman Badan Pusat Statistik (BPS) hari ini (Selasa 01/07), surplus perdagangan mencapai $70 juta atau di atas perkiraan para analis dan ekonom sebesar $50 juta.

Selain itu, tingkat inflasi Indonesia naik sebesar 0.43% di bulan Juni 2014 dibandingkan bulan Mei, atau lebih lambat dibanding estimasi pelaku pasar sebesar 0.5%. Sementara jika dihitung dalam skala tahunan, inflasi Juni tercatat sebesar 6.70%, juga lebih lambat dibandingkan perkiraan, 6.81%.

Laju inflasi inti bulan lalu adalah sebesar 4.81% dibandingkan periode Juni 2013 atau sedikit lebih rendah dibandingkan inflasi inti tahunan bulan Mei yang sebesar 4.82%.

Hingga sesi rehat siang, kurs Rupiah terpantau kuat di kisaran Rp.11875 setelah melesat hingga level Rp.11755. Sedangkan pada sesi kemarin mata uang Garuda ini berakhir ditutup pada level Rp.11870 setelah menguat hingga Rp.11815.    

Terbebani Impor BBM, Perdagangan RI Diprediksi Defisit Lagi

Sektor perdagangan Indonesia berhasil mencatat surplus pada periode Mei 2014. Sesuai dengan pengumuman Badan Pusat Statistik hari ini (Senin 01/07), surplus perdagangan mencapai $70 juta atau di atas perkiraan pelaku pasar, $50 juta.
http://statik.tempo.co/data/2010/04/28/id_33311/33311_620.jpg
Terlepas dari kembalinya neraca perdagangan ke status surplus, Indonesia kemungkinan besar mengalami defisit lagi di bulan Juni. Asumsinya mengacu pada lonjakan imporbahan bakar minyak (BBM) jelang bulan puasa dan perayaan Idul Fitri. Sementara di sisi lain, kinerja ekspor tidak akan berubah banyak selama periode tersebut. "Saya perkirakan defisit Juni akan muncul di angka $400 juta," ujar Ekonom Bank Internasional Indonesia, Juniman, seperti dilansir oleh Dow Jones Newswires. Bank Indonesia diprediksi masih mempertahankan pola kebijakan moneter guna menggerus beban defisit. Rupiah kemungkinan juga dibiarkan melemah sementara waktu untuk meningkatkan daya saing produk di luar negeri sekaligus mengurangi minat impor konsumen.

Seperti dilaporkan hari ini, nilai ekspor Indonesia di bulan Mei adalah sebesar $14.83 miliar atau meningkat 3.7% dibandingkan volume ekspor bulan April. Namun jika dihitung dalam skala tahunan, ekspor turun 8.1%. Sementara nilai impor adalah $14.76 miliar atau minus 11.4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan dalam skala bulanan, impor juga 9.2% lebih rendah dibandingkan catatan bulan April. 

Poundsterling Meroket Ke Level Tertinggi Sejak 2008

Poundsterling melanjutkan reli terhadap Dollar AS hingga diperdagangkan ke level tertingginya sejak Oktober 2008 di level 1.7083 merespon laporan aktivitas manufaktur kawasan Chicago AS yang meleset dibawah estimasi.
http://blog.proinsta.com/wp-content/uploads/2014/06/Poundsterling-Terpeleset-Di-Sesi-AS.jpg
Penguatan Sterling terpicu oleh optimisme pemulihan ekonomi Inggris yang tampak lebih aman dibanding kondisi perekonomian AS. Aktivitas manufaktur Chicago yang terbaru kembali mencerminkan pesimisme terhadap harapan rebound laju GDP yang solid di Q2 nanti setelah Q1 lalu mengalami kontraksi yang sangat tajam.

Kebalikannya dengan laju GDP Q1 Inggris yang solid, ekspektasi pertumbuhan ekonomi secara penuh di 2014 masih stabil di 2.7%, ditopang aklerasi tingkat konsumsi dan kecilnya indikasi overheating pasar sektor perumahan AS.

Terpantau sejauh ini pairing GBPUSD menguat 0.26% di level 1.7080, setelah meraih titik tertinggi intraday di 1.7084 dan level terendah hariannya di 1.7010. 

Terbukti Cuci Uang, BNP Paribas Ganti Rugi Rp106 triliun

Bank asal Prancis, BNP Paribas, akhirnya divonis bersalah karena membantu pencucian uang nasabah dari negara-negara yang masuk dalam daftar hitam Amerika Serikat. Bank ini diwajibkan membayar pinalti sebesar $9 miliar (Rp106 triliun) karena kesalahannya itu.
http://dealbreaker.com/uploads/2014/02/bnp.jpg
Otoritas keuangan Amerika Serikat memang sudah sejak lama melakukan investigasi karena BNP Paribas terindikasi menyalahi UUmoney laundering di negara itu. Padahal pemerintah sudah tegas melarang bank-bank untuk mengurus transaksi nasabah dari beberapa negara 'musuh' seperti Iran dan Sudan. Proses hukum tuntas pada hari Senin kemarin setelah jaksa wilayah Manhattan, Cyrus Vance, menyatakan BNP bersalah setelah terbukti memalsukan rekaman transaksi dan berupaya melakukan konspirasi hukum di pengadilan tinggi. Baru pada hari inilah, BNP diperkirakan akan menerima vonis serupa dalam kasus pencucian uang, yang kasusnya diselidiki oleh jaksa Preet Bharara.

Dari sisi bisnis, BNP Paribas juga harus menanggung beban berat karena dilarang melakukan aktivitas kliring untuk jenis transaksi tertentu berbasis US Dollar di kantor cabangnya di kota New York selama satu tahun. "Kami akan melakukan kliring melalui bank pihak ke-tiga setelah hasil putusan ini," demikian penjelasan bank tersebut dalam rilis resminya.

Sebanyak 30 karyawan terpaksa keluar dari perusahaan karena terlibat dalam kasus pencucian uang. Sementara beberapa lainnya sudah dipecat lebih dulu sejak proses penyidikan berlangsung. "Kami meminta maaf atas kesalahan prosedur yang terjadi. Dengan ini kami juga mengumumkan rencana penguatan sistem pengawasan internal dan SOP harian," tambah BNP dalam rilisnya.

Kesepakatan pembayaran kompensasi antara kejaksaan dan BNP Paribas disambut baik oleh pelaku pasar. Harga saham bank asal Prancis ini langsung naik pada sesi perdagangan kemarin karena jumlahganti rugi tidak sebesar perkiraan pelaku pasar. Sementara sejak awal tahun, saham BNP Paribas sudah anjlok 12% di tengah penantian atas vonis kasus yang membelitnya.   
© Copyright 2010 YOUR No. 1 Financial Partner
Welcome to YOUR No. 1 Financial Partner
Baby Cupid