Rabu, 16 Juli 2014

Ekonomi China Berakselerasi 7.5% Di Kuartal Kedua

Pertumbuhan ekonomi China berakselerasi untuk pertama kalinya dalam tiga kuartal terakhir setelah pemerintah mempercepat belanjanya dan berikan bank lebih banyak ruang untuk para pemberi pinjaman untuk melawan kemerosotan di sektor property.
http://cdn.klimg.com/merdeka.com/i/w/news/2013/10/18/264980/670x335/indonesia-tunggu-imbas-positif-pertumbuhan-ekonomi-china.jpg
GDP China naik 7.5% di periode April-Juni dari setahun yang lalu, di laporkan oleh biro statistik pada hari ini di Beijing, di bandingkan dengan estimasi median untuk kenaikan 7.4% dalam survey Bloomberg. Produksi industri dan investasi aset tetap juga hasilnya lampaui estimasi.

Pemerintahan Perdana Menteri Li Keqiang telah mempercepat belanja untuk pembangunan rel kereta, mengurangi persyaratan cadangan untuk beberapa lembaga pemberi pinjaman dan mengurangi pajak untuk melindungi target pertumbuhan tahunan di kisaran 7.5% yang saat ini sedang berada di bawah ancaman dari kemerosotan di sektor konstruksi property dan melambatnya kenaikan harga rumah. Walaupun dapat dukungan dari pemerintah, para analis masih perkirakan China akan menuju ekspansi setahun penuh yang paling lambat sejak tahun 1990.

Produksi industri China naik 9.2% di bulan Juni dari setahun yang lalu, itu lampaui estimasi median untuk kenaikan 9% dan kenaikan 8% di bulan Mei. Penjualan retail naik sebesar 12.4% dari setahun yang lalu, di bandingkan dengan estimasi median untuk kenaikan 12.5%.

Sementara itu nilai investast aset tetap yang tidak termasuk rumah tangga di pedesaan naik 17.3% di semester pertama dari setahun yang lalu, di laporkan oleh biro statistik. Itu di bandingkan dengan estimasi median untuk pertumbuhan 17.2%, yang juga merupakan laju pertumbuhan untuk periode Januari – Mei.
© Copyright 2010 YOUR No. 1 Financial Partner
Welcome to YOUR No. 1 Financial Partner
Baby Cupid