Senin, 07 Juli 2014

Minyak Brent Melemah Atas Suplai Dari Libya; WTI Stabil

Minyak Brent di perdagangkan di level terendah dalam lebih dari tiga pekan seiring Libya bersiap untuk meningkatkan ekspor dan di tengah spekulasi bahwa pasokan minyak Irak masih aman dari kekerasan. Sementara itu minyak West Texas Intermediate bergerak stabil di New York.
http://vibiznews.com/wp-content/uploads/2013/09/saudi-oil.jpg
Minyak berjangka hanya sedikit berubah di London setelah turun untuk hari kelima pada tanggal 4 Juli, itu merupakan penurunan beruntun terpanjang sejak bulan Januari. Libya, yang merupakan pemilik cadangan minyak mentah terbesar di Afrika, meningkatkan jumlah ekspor mereka di terminal Es Siders dan Ras Lanuf, di katakan oleh National Oil Corp., kemarin. Pertempuran di Irak, yang merupakan produsen terbesar kedua OPEC, tidak melebar ke wilayah selatan, yang merupakan rumah untuk lebih dari tiga perempat produksi minyak mereka.

“Harga minyak kemungkinan masih datar,” kata Devid Lennox, seorang analis sumber daya alam di Fat Prophets di Sydney pada hari ini. “Anda dapatkan pasokan minyak Libya yang kembali meningkat dan tampaknya tidak ada masalah di wilayah selatan Irak.”

Minyak brent untuk settlemen bulan Agustus bergerak di kisaran $110.80 per barel di birsa ICE Futures Europe, naik sebesar 16 sen, pada hari ini. Kontrak turun sebesar 36 sen menjadi $110.64 pada tanggal 4 Juli, itu merupakan level penutupan paling rendah sejak 11 Juni.

Minyak WTI bulan Agustur bergerak 7 sen lebih rendah dari penutupan tanggal 3 Juli di $103.99 per barel dalam perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. Tidak di bukanya lantai perdagangan selama hari libur 4 Juli dan transaksi akan di bukukan pada hari ini untuk tujuan settlement. Premi minyak WTi terhadap Brent menjadi $6.78.
© Copyright 2010 YOUR No. 1 Financial Partner
Welcome to YOUR No. 1 Financial Partner
Baby Cupid