Jumat, 11 Juli 2014

Rupiah Pimpin Penguatan di Pasar Berkembang Atas Tanda-tanda Kemenangan Jokowi

Rupiah pimpin penguatan di pasar berkembang pada pekan ini, berada di jalur penurunan terdalam sejak bulan Februari, setelah sebagian besar hasil hitung cepat menunjukkan Jokowi memenangkan pemilihan presiden Indonesia.
http://img.bisnis.com/posts/2014/06/26/238899/tukar-rupiah-5ok.jpg
Jokowi unggul sekitar 5% dalam hasil hitung cepat yang di lakukan oleh dua lembaga survey, namun estimasi tersebut masih di perdebatkan oleh rivalnya yaitu Prabowo Subianto, yang juga menyatakan kemenangannya juga pada pemilu tanggal 9 Juli lalu. Hasil resmi hitung KPU akan di rilis pada tanggal 22 Juli. Jokowi mencari menteri untuk keuangan, energi, pertanian, pekerjaan umum dan komunikasi dari kalangan professional, sementara Prabowo menginginkan para teknokrat dengan “otak terbaik” dalam tim ekonominya.

Rupiah melonjak sebesar 2.2% pada pekan ini menjadi 11,620 pada pukul 10.30 wib di Jakarta, itu adalah reli terbesar dalam periode lima hari yang berakhir  sejak 14 Februari. Rupiah melemah sekitar 0.3% pada hari ini, ini merupakan penurunan pertama dalam lima hari.

“Kita dapat melihat reli lebih lanjut setelah hasil akhir pemilu, walaupun banyak yang perkirakan untuk kemenangan Jokowi telah di antisipasi,” kata David Sumual, kepala ekonom di PT Bank Central Asia, yang melihat rupiah akan bergerak di area 11,561 pada akhir tahun ini. “Fokus saat ini akan kembali pada kabinet baru dan para pejabat tersebut, terutama pada sektor ekonomi, akan menjadi non partisan partai politik.”

Di pasar offshore, kontrak NDF satu bulan menuju kenaikan 1.6% pada pekan ini menjadi 11,679 per dollar, di perdagangkan sekitar 0.5% lebih rendah dari harga spot dalam negeri, menurut data yang di susun oleh Bloomberg. Kontrak turun 0.3% pada hari ini.
© Copyright 2010 YOUR No. 1 Financial Partner
Welcome to YOUR No. 1 Financial Partner
Baby Cupid