Selasa, 01 Juli 2014

Terbebani Impor BBM, Perdagangan RI Diprediksi Defisit Lagi

Sektor perdagangan Indonesia berhasil mencatat surplus pada periode Mei 2014. Sesuai dengan pengumuman Badan Pusat Statistik hari ini (Senin 01/07), surplus perdagangan mencapai $70 juta atau di atas perkiraan pelaku pasar, $50 juta.
http://statik.tempo.co/data/2010/04/28/id_33311/33311_620.jpg
Terlepas dari kembalinya neraca perdagangan ke status surplus, Indonesia kemungkinan besar mengalami defisit lagi di bulan Juni. Asumsinya mengacu pada lonjakan imporbahan bakar minyak (BBM) jelang bulan puasa dan perayaan Idul Fitri. Sementara di sisi lain, kinerja ekspor tidak akan berubah banyak selama periode tersebut. "Saya perkirakan defisit Juni akan muncul di angka $400 juta," ujar Ekonom Bank Internasional Indonesia, Juniman, seperti dilansir oleh Dow Jones Newswires. Bank Indonesia diprediksi masih mempertahankan pola kebijakan moneter guna menggerus beban defisit. Rupiah kemungkinan juga dibiarkan melemah sementara waktu untuk meningkatkan daya saing produk di luar negeri sekaligus mengurangi minat impor konsumen.

Seperti dilaporkan hari ini, nilai ekspor Indonesia di bulan Mei adalah sebesar $14.83 miliar atau meningkat 3.7% dibandingkan volume ekspor bulan April. Namun jika dihitung dalam skala tahunan, ekspor turun 8.1%. Sementara nilai impor adalah $14.76 miliar atau minus 11.4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sedangkan dalam skala bulanan, impor juga 9.2% lebih rendah dibandingkan catatan bulan April. 
© Copyright 2010 YOUR No. 1 Financial Partner
Welcome to YOUR No. 1 Financial Partner
Baby Cupid